Selasa, 14 Februari 2012

The Great Candi Borobudur

Ini adalah kunjungan kedua saya ke Candi Borobudur. Tidak pernah bosan dengan kemegahan, keagungan serta kemistisannya yang membuat saya selalu penasaran dengan kondisi dan lingkungan candi yang begitu mempesona.  Sama seperti dulu, Candi ini tetap menjadi tujuan wisata favorit tidak hanya bagi turis lokal, banyak juga turis asing yang dengan sengaja mengunjungi candi yang saat ini telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur sepertinya jadi magnet untuk para turis. Jika berkunjung ke Jawa tengah atau Jogjakarta, rasanyaaaa harus ke Borobudur. Itulah juga yang saya rasakan ketika ada kunjungan kerja ke Magelang, tidak sengaja ada waktu kosong setengah hari, langsung tancap gas saja ke Borobudur. Sama sekali tidak pikir panjang. Jika dari Magelang kota, Borobudur dapat ditempuh sekitar 45 menit – 1 jam perjalanan. Bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti bus atau minibus. Atau jika mau lebih ekstrim lagi, Ojek. Yupss… Naik ojek dari Magelang kota sampai Borobudur dapat ditempuh selama 20 menit dengan ongkos 30 ribu saja. 

Sesampainya di kawasan Wisata Candi Borobudur, pengunjung dikenakan tiket masuk Candi Borobudur sebesar 20 ribu di hari biasa dan 30 ribu di akhir minggu (weekend). Jangan berharap melihat kemegahan candi ketika mulai memasuki kawasan candi. Meskipun Candi Borobudur adalah candi terbesar yang masih tersisa di abad ini, kita tidak akan menemukannya ketika baru masuk. Harus jalan beberapa kilo dari sisi timur candi untuk akhirnya dapat melihat ciptaan Tuhan yang luar biasa. Cuaca memang sangat panas, angin juga hanya sesekali berbisik, tapi pohon-pohon sepanjang jalan cukup menjadi penggembira cuaca panas sekitaran candi. Sebaiknya mengunjungi Candi Borobudur ini di pagi hari atau siang menjelang sore. Pemandangan sunset di Candi Borobudur sangat Magis, warna mentari juga menambah efek kecantikan candi di sore menjelang malam.

Akhirnya Candi Borobudur terlihat juga. Wow…speechless deh. Bagaimana mungkin orang jaman dahulu dapat membuat undakan batu yang saling mengunci menjadi sebuah mahakarya sejarah yang tak ternilai harganya. Lihatlah batu-batu itu tersusun rapi, dinding-dinding candi begitu cantik dengan pahatan cerita di permukaannya. Dengan luas dasar 123×123 meter dan tinggi kini 35 meter, kencangkan tali sepatu, siapkan mimuman segar, cek batere handphone atau kamera, pasang senyum semangatnya, mari kita meluncuuuuur….. 

Menurut pemandu wisata Candi Borobudur, candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Kita bisa memutari candi Borobudur sambil melihat cerita yang terkandung dalam setiap pahatan dinding candi. Ada enam teras yang berbentuk bujursangkar dan diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Dari lima teras itu terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Budhha dengan cerita yang berbeda. Ga percaya? Silahkan di cek…. Heheheee… Selain wujud Buddha yang terukir di dinding candi, banyak juga arca Buddha yang sedang duduk bersila dalam posisi teratai dengan sikat tangan simbolis yang memiliki arti tertentu. 

Candi Borobudur sudah mengalami pemugaran yang ke sekian kali. Meletusnya Gunung Merapi yang terjadi juga sempat membuat kawasan wisata ini ditutup dan dilakukan rehabilitasi. Bayangkan saja, lapisan debu vulkanik sisa letusan gunung Merapi sempat menutupi bangunan candi setebal 2,5 cm. Jika tidak segera dilakukan rehabilitasi, debu vulkanik yang memiliki sifat asam bisa saja dengan mudah merusak bangunan candi ini.

Menjelang malam, kawasan wisata candi Borobudur ditutup. Tepat pukul 5, petugas keamanan secara halus mengusir pengunjung yang masih bertahan di sekitaran candi. Namun saat-saat pengusian itu adalah saat di mana candi dalam posisi paling indah. Megah dan Mistis. Mau berlama-lama tapi aaah…kena usir juga.
Jalan keluar kawasan Wisata Candi Borobudur tidak kalah menarik. Banyak penjual oleh-oleh untuk dibawa pulang seperti baju batik, miniatur candi Borobudur, gantungan kunci, tas batik, asesoris batik dan masih banyak lagi buah tangan yang bisa dibawa pulang. Harganyapun terjangkau bahkan terhitung murah asal bisa menawar.

Bangga sekali rasanya menjadi orang Indonesia yah jika melihat begitu banyak warisan budaya yang diturunkan. Semoga saja ini menjadi penyemangat anak-anak muda untuk terus mencintai negeri ini dengan caranya masing-masing. ^__^

3 komentar:

Irma Devi Santika mengatakan...

candi Borobudur itu emang kereeeeen.. karya manusia jaman dulu emang sulit dicerna dengan akal teknologi sekarang. bisa awet sampe ribuan tahun. padahal cuma bongkahan batu yang disusun dengan seri kunci yang berbeda-beda.
tapi kalo saya merasa unsur mistis kuat ada di candi Prambanan. waktu masuk ke dalam salah satu candi kayak membawa ke suasana jaman itu. merindiiiing :D

msdienz mengatakan...

candi prambanan juga ga kalah mistis sebenernya...
kalu saya, nyebut candi prambanan itu keu'eung, hehee...

jadi pengen nulis tentang prambanan juga.. :)

outbound malang mengatakan...

kunjungan sob ..
salam sukses selalu ..:)

Poskan Komentar