Rabu, 14 Maret 2012

Berburu Coklat di Batam

Akhirnya, saia menginjakan kaki juga ke Kepulauan Riau. Ga semua pulaunya sih, cuman Batam, heheee… Sederet aktifitas jalan-jalan sudah saia siapkan dalam jadwal kunjungan saia ke Batam. Batam memang mengagumkan, pertumbuhan kotanya begitu cepat. Lihat saja, kota yang dijuluki seribu ruko ini memang benar-benar punya banyak ruko. Memang tempat yang paling sempurna untuk wisata belanja, buatan local maupun import, dengan harga yang sangat miring, tak heran jika banyak yang bilang Batam memang pusatnya BM di Indonesia karena letaknya strategis dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kalem dulu, yang saia buru kali ini bukan tempat belanja barang-barang elektronik atau tas import atau tempat wisata. Coklat… ya… saia akan berburu coklat-coklat di sini. Batam dengan coklat miringnya (baca: coklat dengan harga miring).

Sesampainya di Bandara Hang Nadim, saia di jemput oleh teman yang kebetulan juga penyelenggara kegiatan di sini. Bandara dengan tempat saia menginap jaraknya tidak begitu jauh. Sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. Di Batam ini, mungkin penduduknya sudah banyak duit dan punya kendaraan pribadi semua yah? karena sulit sekali menemukan kendaraan umum di sini. Susah juga kalau mau jalan-jalan sendiri, karena tidak ada kendaraan umum. Otomatis harus naik taxi. Itupun harganya nembak, tidak pake argo.

Mari kita langsung berburu coklat. Pusat belanja di Batam memang di Nagoya. Mall dan pertokoan sangat banyak di sekitar sini. Yang senang belanja barang-barang import dengan harga lebih murah pasti akan merasa di surga jika berada di sini (hehee…lebay). Berhubung yang akan dicari adalah coklat, saia tidak akan mencari di daerah Nagoya. Menurut penduduk local dan teman yang pernah ke sini sebelumnya, jika ingin mencari coklat, cari saja di Mall Top 100. Itulah tempat tujuan saia. Mall Top 100 untuk berburu coklat murah di Batam. Mall Top 100 jaraknya hanya 10-15 menit dengan kendaraan roda empat dari Nagoya.

Masuk Top 100, mata ini sudah lirik sana sini. Dan Coklat, ada di Top 100 Pasar Swalayan.  Pasar swalayannya memang terlihat seperti swalayan biasa yang menyediakan segala kebutuhan rumah tangga. Tapi…mari kita lihat lorongnya satu persatu… hmmm…biasa…biasa…biasa… dan…yup… lorong tempat coklat berada. Hahaha…jadi senyum-senyum sendiri. Dari coklat local sampai coklat import aneka jenis dan rasa ada di sini. Ada Silverqueen Chungky Bar ukuran ektra ekstra ekstra large yang di bandrol 160 ribu saja. Wafer Coklat Roka yang biasa kita temukan di supermarket dengan harga 50 ke atas, di sini hanya dibandrol 23 ribu isi 80 biji. Wow… Delfi, Almond… dengan harga super murah. Saia juga menemukan coklat-coklat buatan Negara tetangga yang dijual dengan harga cukup murah di sini.

Penasaran dengan jenis coklat lainnya, saia bertanya pada petugas sana, “mba, coklat-coklat aneh di sebelah mana?”. Mba itu langsung menunjukan tempatnya. Tau saja sepertinya kalau saia ini bukan orang local. Wow… yang ini yang saia cari… coklat-coklat aneh. Ada coklat berbentuk aneka minuman keras Anthon Berg Chocolate Cocktail yang di bandrol dengan 142 ribu saja. Penasaran juga dengan rasanya, apakah akan memabukan juga karena mengandung alcohol. Hehehe… (tertawa dalam hati).

Eh… Dari situ saia tersadar… langsung memeriksa logo halal dalam kemasan. Jleb… saia periksa kembali satu-satu logo halal pada kemasan coklat yang sudah saia masukan ke keranjang belanjaan.  Ternyata tidak semua coklat tersebut ada logo halalnya. Termasuk banyak coklat buatan Negara tetangga yang tidak mencantumkan logo halalnya. Agak kecewa juga sebenarnya. Memang dari awal saia selalu bertanya-tanya, darimana asal barang-barang ini. Bagaimana bisa harganya begitu miring. Saia tidak ingin berspekulasi. Dengan berat hati dan kecewa, saia kembalikan coklat yang tidak ada logo halal pada kemasan. Mungkin bagi sebagian pengunjung swalayan ini yang mana banyak juga turis dari Negara sebelah tidak perduli. Tapi… yang saia pikirkan adalah apa benar saia akan memberikan coklat ini kepada orang-orang yang saia sayang? Hmmm…tidak mau ambil resiko deh… alhasil banyak juga ternyata coklat yang tereleminasi dari keranjang.

Buruan selanjutnya adalah Chocobun. Nama yang agak aneh untuk merek coklat. Chocobun ini singkatan dari Coklat Buah Naga. Coklat asli khas Batam yang terbuat dari buah naga. Mengapa buah naga? (Saia jawab sendiri yah?) buah naga ini banyak ditemukan di Batam. Makanya banyak oleh-oleh khas Batam yang bahan dasarnya adalah buah naga, termasuk Chocobun. Meskipun coklat, Chocobun ini selain manis, ada rasa asam-asamnya juga. Dan karena bahan dasarnya adalah buah naga, Chocobun juga baik untuk kesehatan (katanya, heheee…). Kalau coklat yang satu ini sudah ada sertifikasi halalnya dan sudah terdaftar di Departemen Kesehatan RI. Bentuknya bulat seperti permen biasa. Di banrol dengan harga 75 ribu dengan isi 50 bungkus permen coklat.

Yuppp… coklat yang saya pegang jumlahnya sudah cukup untuk dibawa sebagai oleh-oleh dari Batam. Jangan kebanyakan beli juga harusnya kalau tidak mau bikin gendut penikmatnya, heheee… Mari kita langsung menuju destinasi selanjutnyaaaaaaaaaa…. (bersambung…)

8 komentar:

outbound malang mengatakan...

mantap tuh gan coklat nya ..
salam sukses ..:)

msdienz mengatakan...

salam sukses jugaaa... :)

lostmyidea mengatakan...

coklat sebenarnya enak , kelemahannya bikin ketagihan :D , kunjungan balik nih , suka halley juga ya :


I’m only human, I’ve got a skeleton in me
But i’m not the villain despite what you’re always preaching
Call me a traitor, I’m just collecting your victims
They’re getting stronger, I hear them calling (calling, calling)

Toko Online Kalistajaya mengatakan...

thanks infox

Coklat Rocklate mengatakan...

Kalo ke Batam sekarang ada coklat Rocklate asli buatan dari Batam yang memiliki sensasi unik. Bukan coklat impor asli 100% Indonesia

Langsung aja cekidot....
http://www.coklatrocklate.com

Dian Fernanda mengatakan...

Saya yg orang Batam baru tau klo coklat di TOP 100 murah,, melipir kesana Ahh hehe

Salam kenal dari batam

Berita Unik Seru mengatakan...

seruu juga petualangannya ya hmmm

Anonim mengatakan...

wah jadi kangen batam..pengen ke top100 lgi,,hwhw

Poskan Komentar