Selasa, 03 Januari 2012

Taman Ujung (Taman Sukasada) – Wisata Sejarah Bali

Baliiiiii…. Mendengar nama itu, yang langsung terlintas dipikiran adalah liburan dan pantai. Hmmm…engga salah juga sih sebenarnya. Tapi, tempat wisata di Bali tidak hanya pantai. Banyak juga tempat wisata sejarah yang menawarkan keunikan dan eksotisme Bali yang dapat membuat kita terkagum-kagum. Salah satunya adalah Taman Sukasada, atau saat ini lebih familiar dengan sebutan Taman Ujung. Taman Ujung ini tidak hanya sekedar ‘taman’. Taman Ujung punya nilai sejarah Mahakarya Raja Karangasem : I Gusti Bagus Jelantik yang dibangun pada tahun 1909 dengan gaya Arsitektur Belanda, Cina dan Bali yang diresmikan penggunaannya pada 1921. Penasaran dengan kemegahannya?
 
Kebanyakan turis yang mampir ke Bali selalu menghabiskan waktunya di daerah selatan pulau Bali. Padahal, kalau kita lirik saja sedikit pulau Bali bagian Timur, ada banyak objek wisata menarik yang bisa dikunjungi, seperti Taman Ujung ini. Taman Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, yang jaraknya kira-kira 5 km dari pusat kota Amlapura, Kabupaten Karangasem. Sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar. Jangan tanya tentang angkutan umum, jika berpergian di Bali, sebaiknya gunakan mobil rental atau motor, karena angkutan umum jarang sekali terdapat di pulau eksotis ini. 

Sesampainya di Taman Ujung, kita akan melihat deretan bukit dan pantai yang menghadap ke Selat Lombok. Perpaduan yang anggun untuk sebuah Taman yang dulunya difungsikan sebagai tempat menjamu tamu dan peristirahatan Raja Karangasem. Sebelum masuk, pengunjung akan dikenakan tarif masuk sebesar 10 ribu rupiah. Pintu masuk Taman Ujung adalah jembatan cantik dengan ukiran Bali disekitarnya. Setelah melewati jembatan, kita akan menjumpai taman indah menghampar dengan bangunan yang seolah mengambang di atas kolam utama yang dihubungkan dengan jembatan di sisi kanan dan kirinya. Di bangunan ini, kita bisa melihat foto-foto keluarga kerajaan serta ruang tidur raja yang masih berdiri dengan klasik. Pendopo dengan arsitektur tradisional berdiri dengan megah di atas kolam yang terletak di sebelah kiri. Katanya sih, keindahan kolam-kolam inilah yang membuat Taman Ujung dinamakan Water Palace (Istana Air). Di belakang bangunan juga akan dijumpai tangga dengan anak tangga yang cukup tinggi dengan puing gaya romawi yang dihiasi ukiran Bali di puncaknya.

Menurut cerita, Taman Ujung dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja dan digunakan untuk menjamu tamu-tamu penting yang berkunjung ke Istana Kerajaan Karangasem. Sang Raja Karangsem yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem, memprakarsai pembuatan Taman Ujung yang kemudian dalam pembuatannya melibatkan arsitek Belanda (Van Den Hentz) dan arsitek China (Loto Ang). Tidak lupa arsitek local juga dilibatkan untuk memberi sentuhan tradisional Bali dalam tiap bangunannya. Oleh karena itu, masterpiece Bali ini sangat kental dengan perpaduan antara arsitektur Belanda, Cina dan Bali tentu saja. Yang mengagumkan adalah, I Gusti Bagus Jelatik, Raja Karangasem saat itu, dengan hanya berbekal pengetahuan arsitektur tradisional Bali mampu menggabungkan 3 kebudayaan sehingga menghasilkan bangunan yang anggun dan menawan. Sayang sekali dalam perjalanannya, Taman Ujung pernah dirusak oleh meletusnya Gunung Agung dan Gempa Bumi yang terjadi pada 1963 dan 1979 meskipun saat ini sudah dilakukan pemugaran untuk yang kesekian kali.

Saat ini, Taman Ujung selain difungsikan sebagai tempat wisata, banyak penduduk local yang sengaja mengunjungi Taman Ujung untuk sekedar lari pagi atau sore atau berkumpul nongkrong bersama teman-teman. Ssssttt…kalau penduduk local masuk Taman Ujung sih engga akan dikenakan biaya apapun, apalagi kalau masuknya melalui pintu lain di belakang taman,hehee...  Selain itu, banyak juga yang menggunakan Taman Ujung sebagai lokasi untuk melakukan pemotretan pre wedding. Puing-puing gaya romawi yang terletak di belakang bangunan utamalah yang menjadi tempat favorit para calon pengantin melakukan sesi pemotretannya. Mengunjungi Taman Ujung paling pas dilakukan ketika pagi atau sore hari. Pagi hari ketika matahari dengan semangat menyambut pagi  dan sore hari ketika sang matahari sudah mulai turun disertai angin pantai yang siap menutup hari dengan sejuk.

Sebagai bangunan peninggalan raja, Taman Ujung sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar sebagai tempat wisata sejarah yang dapat dengan ramai dikunjungi turis local maupun mancanegara sehingga menghasilkan pemasukan bagi negara dan membuka potensi lapangan kerja baru bagi penduduk local dengan menjual pernak-pernik trasional khas Karangasem, Bali. Namun sayang, turis yang mengunjungi Taman Ujung masih bisa dihitung dengan jari setiap harinya. Meskipun ada grup atau rombongan anak-anak sekolah, jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya musim-musim tertentu saja. Mungkin karena tempatnya yang tidak dikelola dengan baik. Padahal, dengan pengelolaan yang baik dan perawatan yang memadai, Taman Ujung bisa menjadi salah satu mutiara di bagian timur Bali. 

8 komentar:

anggita mengatakan...

waah, saya twnya cuman kuta ama tabanan ajah...
ternyata ada juga yah Taman Ujung?

msdienz mengatakan...

kita punya sejuta tempat eksotis yang punya potensi jadi objek wisata...

jadi ga akan pernah bosen or keabisan... :)

Anonim mengatakan...

klo yg paling bawah itu peninggalan juga kah?

msdienz mengatakan...

bukaaaaaaan...
itu koleksi masa kini dan ga bisa dibawa pulang... :p

anugrah blog mengatakan...

WaH MANTEP TRAVELING

budak maja mengatakan...

mantapzz....
ikutan lomba ngalam juga yah?
salam kenal dari blog majalengka
kalo tidak keberatan, saya mau tukeran link...
link mau udah saya pasang dengan baik...
makasih

msdienz mengatakan...

iyaaa...
salam kenal jugaaa....

wah, boleh banget tukeran link...
siaap, dilaksanakan,,, :)

Unknown mengatakan...

koq dhika tau y tempat ini..

Poskan Komentar