Jumat, 20 Juli 2012

"1.000.000.000" Manfaat Jejaring Sosial

Sumber http://internetworldstats.com/stats.htm
Menurut data yang bersumber pada http://internetworldstats.com, pengguna internet dunia per 31 Desember 2011 mencapai jumlah 2.267.233.742 yang berarti 32% dari populasi dunia saat ini. Pengguna internet ini telah meningkat sebesar 532% sejak penggunaannya tahun 2000 lalu.  Sedangkan khusus untuk wilayah Indonesia, pengguna internet yang hanya berjumlah 500 ribu pengguna di 1998 meningkat hingga 55 juta pengguna di 2011. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah Pemanfaatan Teknologi Digital saat ini.

Salah satu faktor penyumbang peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia adalah keberadaan jajaring sosial  yang semakin popular tidak hanya di kalangan remaja, namun di semua tingkatan usia dengan cara pemafataannya masing-masing.  Percaya atau tidak, facebook dan twitter masuk dalam kategori 10 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia menurut alexa.com. 
Sumber http://www.alexa.com/topsites/countries/ID
Bagi sebagian orang, jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ dan lainnya mungkin hanya digunakan sebagai media untuk ajang mencari teman. Entah itu teman lama atau teman yang baru dikenalnya.  Mendekatkan diri teman teman melalui fitur-fitur yang disediakan masing-masing jejaring sosial seperti chatting, saling menulis pesan, berbagi gambar atau video. Sebagian lain menggunakan jejaring sosial hanya untuk e-narcism (sebuah istilah narsis yang dilakukan di internet) atau pembuktian eksistensi agar tidak dibilang tidak gaul, kampungan dan lain sebagainya. Jejaring sosial saat ini juga telah menjadi sarana hiburan bagi pecinta games online. Karena cukup banyak games yang dapat dimainkan di beberapa jejaing sosial.

Bagi pengguna jejaring sosial yang lebih dewasa, keberadaan jejaring sosial digunakan sebagai alat untuk memperluas jejaring. Orang-orang tertentu memanfaatkannya untuk personal branding dan berbagi ide yang dimiliki. 

Sebagian lain menggunakan jejaring sosial dengan cara yang lebih kreatif.  Benar-benar memanfaatkan jejaring sosialnya untuk menjaring masa mencari profit atau keuntungan materil dengan berjualan. Contoh paling nyata adalah keripik maicih. Di awal kemunculan, para pembeli rela antri panjang kepanasan atau kehujanan demi mendapatkan keripik maicih yang ramai bekicau di mikroblogging twitter. Salah satu trategi pemasaran yang akhirnya banyak ditiru banyak orang. 

Tapi tahukah kita bahwa ada manfaat lebih dari itu semua atas jejaring sosial yang kita gunakan jika saja kita mampu lebih kreatif dalam menggunakanya?

Saat ini dunia telah memasuki era web 2.0 di mana world wide web menjadi lebih partisipatif.  Jika dahulu peran kita dalam komunikasi digital hanyalah sebagai konsumen informasi. Saat ini kecenderungan tersebut telah berubah seiring dengan era web 2.0 ini. Secara tidak sengaja pengguna sosial media telah menjadi jurnalis local yang memberitakan kejadian atau kegiatan yang sedang berlangsung atas apa yang ditulisnya melalui status atau kicauannya di sosial media.  

Sebagai situs nomor 1 yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, facebook telah menjadi sarana munculnya gerakan-gerakan sosial yang menjadi issue nasional. Masih ingat dengan gerakan “Koin Peduli Prita”? Sebuah gerakan yang dicetus untuk menuntut keadilan atas ketidakadilan, sebuah potret bukti pemberdayaan konsumen. Atau “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto”? atau “Gerakan Koin Peduli KPK”? 

Lain lagi halnya dengan twitter. Mikroblogging yang satu ini ramai dibicarakan karena telah menjadi jembatan para burung berkicau sebanyak 175 juta kicauan setiap harinya. Dibalik kicauan-kicauan itu, banyak dari para ‘burung’ yang ternyata lebih peka dari ‘burung’ lainnya. Twitter menjadi media berbagi info dan kepedulian pada bencana merapi yang terjadi beberapa tahun silam melalui @jalinmerapi. Kondisi sekitar, kebutuhan makanan, pengungsi diberitakan secara actual. Siapa mereka? Jurnalis professional? Bukan… hanya beberapa relawan yang menyediakan waktu dan kepeduliannya atas apa yang sedang terjadi di sekitarnya.  

Masih banyak akun-akun lain yang memanfaatkan jejaring sosial untuk berbagi kepedulian terhadap sesama.  Jika saja kita lebih peka, peka terhadap situasi, kondisi dan keadaan. Tidak terlalu egois dengan hanya mencintai diri sendiri tanpa memperhatikan kondisi sekitar.  

Penduduk Indonesia itu jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa. 55 juta diantaranya aktif sebagai pengguna internet. Bisa dihitung berapa kira-kira yang aktif sebagai anggota beberapa jejaring sosial. Jika saja jejaring sosial ini benar-benar mampu dimanfaatkan sebagai ‘pengerah masa’ berapa banyak yang dapat kita tolong? Berapa banyak yang bisa kita bagi? Berapa banyak yang bisa kita perdulikan?  

Berbagi itu menyenangkan. Kita tidak sendiri. Mari kita ajak para blogger di Blogger Nusantara, teman-teman di Komunitas Ngawur dan Pusat Teknologi untuk dapat memanfaatkan Teknologi Digital untuk perduli untuk sesama untuk Indonesia. ^__^

4 komentar:

Santai Sejenak | Secangkir Teh Dan Sekerat Roti mengatakan...

salam hangat dan sukses selamu mba,:)

msdienz mengatakan...

sama-sama.... :)

Outbound di Malang mengatakan...

Terimakasih informasi nya gan, sangat bermanfaat :)
ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

Anonim mengatakan...

makasih informasinya...

Poskan Komentar