Sabtu, 19 Mei 2012

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung. Salah satu peninggalan sejarah Indonesia yang didirikan pada 16 Mei 1928 dan saat ini menjadi salah satu tujuan wisata kota Bandung. Seperti namanya, Museum Geologi menyimpan materi-materi geologi seperti fosil-fosil binatang purba, batuan-batuan, mineral dan masih banyak lagi. Jadi, nanti di sana kita bisa liat fosil binatang purba kayak Tyrannosaurus, Pentaceratops, Stegosaurus, binatang purba lainya juga. Ga hanya itu, batuan – batuan , evolusi manusia menurut teori Darwin, gimana ekspliotasi mineral dilakukan oleh manusia dan masiiiiih banyal lagi yang bisa kita liat di sana. Mau ikut…? Begitulah saya membujuk adik yang masih duduk di kelas 5 SD untuk berkunjung ke Museum Geologi Bandung. Wisata kan tidak harus hura-hura, wisata sejarah dan pendidikan seperti ini akan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan apalagi disajikan dalam bentuk asli tidak membosankan. Mau coba? 

Minggu pagi, saia dan anggi (nama adik) bersiap untuk berangkat. Tidak hanya kami berdua, teman saia akan ikut serta juga membawa anak dan keponakannya untuk liburan kali ini. Museum geologi terletak di pusat kota Bandung. Tepatnya di Jl. Diponegoro No. 57 Kebon Pisang, Sumur Bandung, sangat dekat dengan Gedung Sate dan Gasibu. Jika dari luar kota, ambilah jalur masuk Bandung melalui Tol Pasteur, kemudian ikuti jalan terus melalui flyover Pasupati sampai Gasibu, darisitu sudah tinggal beberapa ratus meter lagi. Cukup mudah dicapai. 

Jalanan cukup macet di hari Minggu, belum lagi Gasibu dipenuhi dengan pedagang dadakan yang memang memanfaatkan momen libur untuk menggelar lapak dan berjualan di sana. Bangunan Kuno ala jaman Belanda tempo dulu menjadi pemandangan utama ketika memasuki gerbang Museum Geologi.  Tidak sabaran, Anggi terus menarik-narik tangan saia untuk segera masuk arena Museum. Mata saia terus saja tengok kanan dan kiri untuk mencari loket masuk pembayaran Museum Geologi tapi tak kunjung menemukan. Setelah bertanya pada penjaga, ternyata memang tidak ada loket pembayaran karcis. Masuk Museum Geologi tidak bayar, alias gratis. Yang perlu pengunjung lakukan adalah menulis data diri di buku tamu di bagian Resepsionis. Wow… tidak hanya wisata yang memberikan banyak manfaat, tapi juga tidak dikenakan biaya sama sekali. Semakin senang saja saia, heheee…


Museum ini terdiri dari dua lantai. Tentu saja ruangan yang pertama kali saia kunjungi adalah ruang di mana Sang T-Rex dipajang, pintu masuk terus belok kanan.  Anak-anak ini langsung melompat kegirangan penuh kagum dan penasaran setelah melihat fosil binatang purba terpajang di depan mata mereka.  Selebritis para fosil ini adalah T-Rex, yang paling besar, yang paling dikerumuni para pengunjung museum.  Evolusi mamalia juga cukup menjadi favorit, evolusi mamalia yang hidup pada 6,5-1,7 juta tahun yang lalu sampai sekarang ditampilkan dalam bentuk fosil-fosil binatang menyusui seperti Gajah, badak, Kerbau dan Kuda Nil.  Fosil lain yang bisa ditemukan adalah fosil tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Sangat menarik. 

Bagian lain dari museum ini mungkin tidak kalah menarik dengan fosil-fosil binatang dan manusia purba. Namun, dasar anak-anak… ketika diperlihatkan dengan batuan, meteor, keadaan geologi Indonesia, eksploitasi sumber daya mineral di Indonesia, mereka bingung dan bertanya ini itu ga jelas. Mau jawabnya juga repot, karena pertanyaannya yang aneh-aneh. “Teh, itu meteor koq kayak batu…? Ngambilnya di mana itu…? Bikin gunung-gunung ini gimana yah?”. Haduuuuuh, tetehnya salah nih..engga belajar dulu sebelum ngajak ke sini, heheee…

Menurut informasi, museum ini ternyata sudah beberapa kali direnovasi dengan dana batuan dari JICA (Japan Internasional Coorporate Agency). Dan segala kekayaan yang terkandung di dalam sini telah dikumpulkan selama kerja lapangan Indonesia, sejak1850. Wowwww….

Engga kerasa hari udah semakin siang, perut juga udah mulai ngajak makan. Dan Museum geologi ternyata semakin siang semakin banyak yang datang. Banyak anak-anak sekolah yang menjadikan Museum geologi sebagai salah satu tujuan karya wisata. Tapi sayang sekali, sepertinya Museum Geologi ini kurang sekali perawatannya. Ruangan di lantaipun 2 juga tidak semua terisi.  Padahal kekayaan geologi Indonesia kan sangat berlimpah. Harusnya, pengelola bisa memksimalkan keberadaan serta manfaatnya sebegai salah satu momumen bersejarah peninggalan nasional.




1 komentar:

Outbound di Malang mengatakan...

Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

Poskan Komentar